4 Cara Tingkatkan Jumlah Customer dan Repeat Order

4 Cara Tingkatkan Jumlah Customer dan Repeat Order

Hari ini, saya akan membahas bagaimana cara meningkatkan jumlah customer yang dateng dan repeat order ke bisnis Anda. Tentunya kalau kita sibuk mendapatkan revenue dari customer baru, customer baru, customer baru ya lama-lama susah dan mahal dari sisi marketing, betul nggak?. Tapi sering kali kita lupakan bahwa customer itu dulu pernah sering dateng tapi juga tidak kembali lagi atau kita tidak tahu, tidak punya kendali mereka kembali apa nggak. Jadi, kita doing bisnis by chance, by luck. Ya semoga kita hoki, gitu kan? Tapi kalau engga, kita nggak ada usaha jemput bola. Nah, dunia sekarang banyak sekali dari sisi teknologi, dari sisi strategi yang Anda bisa lakukan. Nah saya akan sharing beberapa hal.

DATABASE

Nomor 1 adalah database. Nah Anda nggak bisa meningkatkan jumlah repeat order kalau Anda nggak punya database. Oke, nah kalau kita B2B, database otomatis itu yang kita punya. Tapi pertanyaan saya untuk B2B apakah database Anda cukup lengkap? Jadi apakah Anda cukup bukan cuma nama, nomor telfon, email, atau alamat kantor seperti yang waktu untuk invoice, tapi adalah database. Apa sih kesukaan mereka? Apa sih produk favorit mereka? Apa sih yang kebutuhan mereka dalam bisnis? Apa sih ulang tahun mereka? Ya kan, supaya kita lama-lama bisa membuat sebuah komunitas dalam network kita. Bukan hanya transactional relationship. Hari gini marketing udah agak sedikit berubah. Jadi kalau Anda punya video seperti ini di kerjakan beberapa tahun yang lalu, mungkin ini updatenya. Jadi jaman dulu, cara marketing dulu belum tentu sama dengan cara marketing yang sekarang ada beberapa yang sudah berubah. Jadi, database itu cukup penting. Untuk retail lebih penting lagi. Saya sering kali masuk ke bisnis retail.

Tapi nggak pernah ditanyain siapa saya, namanya siapa. Paling nama dan nomor telfon. Itu pun emailnya nggak di tanyain atau ulang tahun saya nggak di tanyain. Nah sekarang, ayo kita update dunia sekarang ya. Kalau Anda retail, mungkin Anda provide wifi, kan? Kalau Anda provide wifi, sering kali kan kita cuman dapet password, gitu ya. Tapi pertanyaan saya gimana dari orang yang connect ke wifi Anda at least And bisa dapet nama dan email mereka. Kalau mereka nggak kasih nama dan email mereka nggak bisa hook up ke wifi, ya kan. Nah itu mereka udah dateng, oke mereka beli jus, mereka beli apa. Tapi mereka kan menggunakan fasilitas Anda dan mereka butuhkan wifi hari gini kan. Nah, bagaimana caranya dari situ Anda mulai mengumpulkan database customer, siapa wifi provider Anda yang bisa membantu Anda dari sisi itu. Jangan mau cuma install router terus kasih password, itu mah free tapi Anda nggak dapet apa-apa.

So think about that. Database yang kamu punya itu bener-bener sumber dari kekayaan Anda. Jadi minta dan bagaimana Anda mengelolanya. Pada saat Anda mengelola apakah Anda grouping? atau cuma less semuanya dan sama. Nah, ke dua hari gini kalau kita bagi-bagi brosur atau hardselling itu udah nggak jaman lagi. It works i am not saying it doesn’t work, it works ya kan. Tapi ada shorten industri atau shorten komunitas yang butuh approach yang lebih soft. Karena hari gini mungkin kompetitor Anda sudah banyak.

4 Cara Tingkatkan Jumlah Customer dan Repeat Order

KOMUNITAS

Jadi yang kedua adalah bagaimana Anda membangun komunitas Membangun komunitas tuh artinya dari 2 aspek. Kalau Anda sudah punya sebuah database dan database Anda target marketnya. Anak-anak muda misalnya. Kita lihat banyak komunitas online, offline pun mereka terus berkomunikasi. So the key essence of community adalah communication. Communication bagaimana seberapa sering, apa yang Anda komunikasikan sama komunitas itu sangat penting. Jadi mereka merasa ada terus relationship sama Anda. Ke dua dari sisi komunitas adalah nilai tambah. Komunikasi-komunikasi setiap komunikasi kirimin brosur, kirimin ini, kirimin itu apa gunanya. Anda masuk di komunitas saya contohnya Anda mendapatkan pembahasan seperti ini. Ini bukan pembahasan untuk bilang “hey saya ada ini loh, hey saya ada produk ini loh” No, ini adalah komunitas yang mau saya kasih nilai tambah. Anda beli nggak beli itu urusan Anda. Ya saya juga happylah kalau Anda beli, it’s a bonus. Tapi kalaupun Anda nggak beli, ayo kita jaga relasi. Saya yakin, jika Anda berpikir, maka Anda mendapatkan nilai tambah dari pembahasan seperti ini. Jadi, hari gini kita harus nilai tambah. Okey, so itu adalah kita ngomongin tentang komunitas. Mungkin dulu kita bagi-bagi brosur aja orang udah balik lagi atau kita blasting sms diskon..diskon orang udah balik. Tapi, hari gini udah banyak kaya gitu. Jadi Anda harus perhatikan marketing level yang di atasnya.

INSENTIF

Ke tiga adalah insentif untuk datang kembali. Insentif itu harus jelas. Oke ada insentif ke customer Anda, itu pasti. Tapi insentif juga ke orang sales Anda dan organisasi Anda. Jadi, kalau kita ngomong marketing strategi itu harus win-win-win. Win for the company, otomatis kalau mereka banyak datang your omset will grow up normal win for the sales person atau the employees ya. Soalnya kebanyakan orang – orang finance misalnya : “wah kalau penjualan naik, saya harus invoicing lebih banyak, kerjaan saya makin banyak, ah udahlah . atau orang sales mungkin ya semua juga susah ya kan jualan ngapain saya tambahin lagi.” Okey, tapi orang customer juga harus di kasih insentif. Jadi bagaimana kita insentif orang sales dan orang customer untuk pelanggan lebih sering datang. Apakah Anda sudah punya contohnya ide seperti ini mungkin kuartal depan, kuartal pertama 2019 ini di dedikasikan hanya untuk meningkatkan jumlah transaksi. Thats the focus of your organization, yes pasti jualan, ada targetnya. Tapi selain itu juga kasih fokus kalau misalnya di 3 bulan ini Anda bisa meningkatkan jumlah transaksi kan bisa diitung kan? Jumlah transaksi orang dari sekian ke sekian, ini dapet bonus apa-apa-apa hanya untuk 3 bulan jadi ada sense of urgency ya, ini namanya sales blitz. So, you can do that itu untuk menginsentifkan orang dalem. Tapi disitu juga ada perubahan promosi seperti apa untuk menginsentifkan customer dateng lagi.

VARIASI PRODUK & SERVIS

Yang terakhir yang sering kadang-kadang di lupakan adalah variasi produk dan service. Nah, contohnya saya jualan peti mati, bagaimana supaya orang datang dan beli lagi. Ya kan, kalau matikan satu-satu misalnya bilang suaminya ada yang meninggal. Terus abis itu saya udah selesai jualan peti mati buat suaminya, terus saya tanya sama istrinya ibu mau meninggal juga? mau buy 1 get 1 free? nggak mungkin kan? jadi ada beberapa industri yang menurut Anda sekarang Tapi industri saya cuman ada 1 produk. Saya mau nantang Anda, masa sih?. Sekarang kalau saya jual peti mati, dulunya saya jual peti mati, saya bisa jual apa lagi? Apa sih kebutuhan target market Anda dari sisi itu? masa sih funerallnya hanya ada peti mati? enggak dong. Kan perlu dekorasi, perlu bunga, perlu mungkin kur, perlu mungkin transportasi, mungkin perlu juga peminjaman kursi, mungkin perlu sewa gedung.

Nah, “tapi kan nggak mungkin saya expansi bisnis. Saya mau hanya fokus perlengkapan peti”. Oke kalau itu strategi Anda kalau Anda tidak mau bisnis Anda gede. Nggak masalah. Tapi, kalaupun Anda hanya punya visi misi hanya buat peti mati itu, nggak papa. Tapi kan bisa kerjasama sama toko bunga. Tapi kan bisa kerjasama sama toko travel, bisnis travel. Bisa kerjasama dengan gedung. Bisa kan Anda dapat komisi? Bisa kan Anda menjual lebih banyak lagi?

Itulah pembahasan mengenai 4 Cara Tingkatkan Jumlah Customer dan Repeat Order. Semoga bermanfaat ya